RAHASIA DIBALIK BUAH PISANG
Mineral
Pisang kaya mineral seperti kalium,
magnesium, fosfor, kalsium, dan besi.Bila dibandingkan dengan jenis makanan
nabati lain, mineral pisang, khususnya besi, hampir seluruhnya (100 persen)
dapat diserap tubuh.Berdasarkan berat kering, kadar besi pisang mencapai 2
miligram per 100 gram dan seng 0,8 mg. Bandingkan dengan apel, yang hanya
mengandung 0,2 mg besi dan 0,1 mg seng untuk berat 100 gram.Kandungan
vitaminnya sangat tinggi, terutama provitamin A, yaitu betakaroten, sebesar 45
mg per 100 gram berat kering, sedangkan pada apel hanya 15 mg. Pisang juga
mengandung vitamin B, yaitu tiamin, riboflavin, niasin, dan vitamin B6 (piridoxin).
Kandungan vitamin B6 pisang cukup tinggi, yaitu sebesar 0,5 mg per 100 gram. Selain berfungsi sebagai koenzim untuk beberapa reaksi dalam metabolisme, vitamin B6 berperan dalam sintetis dan metabolisme protein, khususnya serotonin. Serotonin diyakini berperan aktif sebagai neurotransmiter dalam kelancaran fungsi otak.Vitamin B6 juga berperan dalam metabolisme energi yang berasal dari karbohidrat. Peran vitamin B6 ini jelas mendukung ketersediaan energi bagi otak untuk aktivitas sehari-hari.
Kandungan vitamin B6 pisang cukup tinggi, yaitu sebesar 0,5 mg per 100 gram. Selain berfungsi sebagai koenzim untuk beberapa reaksi dalam metabolisme, vitamin B6 berperan dalam sintetis dan metabolisme protein, khususnya serotonin. Serotonin diyakini berperan aktif sebagai neurotransmiter dalam kelancaran fungsi otak.Vitamin B6 juga berperan dalam metabolisme energi yang berasal dari karbohidrat. Peran vitamin B6 ini jelas mendukung ketersediaan energi bagi otak untuk aktivitas sehari-hari.
MANFAAT PISANG
Bila dirangkum, berikut adalah sederet khasiat/manfaat
buah pisang :
1. Wanita yang tengah hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi
pisang, karena mengandung asam folat tinggi yang penting bagi kesempurnaan
janin, pembentukan sel-sel baru dan mencegah terjadi cacat bawaan.
2. Untuk para pekerja keras dan yang senang berolahraga,
pisang sangat bermanfaat untuk mengembalikan stamina, tenaga untuk kerja otot,
dan menghilangkan rasa lelah.
3. Pisang juga cepat menetralkan keasaman lambung. Pisang
yang dicampur susu sangat baik dihidangkan sebagai obat. Pisang bisa menjadi
obat untuk penyakit usus, sakit perut, dan asam lambung.
4. Penderita diabetes dapat menyuguhkan pisang sebagai
menu utama pengganti nasi.
5. Penderita anemia juga dianjurkan bersahabat dengan
pisang, karena di dalamnya terdapat kandungan fe (zat besi) yang baik untuk darah.
6. Sekelompok mahasiswa Jurusan Pendidikan Dokter Gigi,
Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, membuktikan
bahwa getah pisang bisa mempercepat proses penyembuhan luka.
7. Bagi penderita lever, dua buah pisang sehari dengan tambahan
satu sendok madu, akan baik untuk menambah nafsu makan dan meningkatkan kuat.
8. Khusus untuk penderita luka bakar, Anda dapat
menggunakan daun pisang sebagai pengobatan. Caranya, kulit yang terbakar dioles
dengan campuran abu daun pisang dan minyak kelapa. Campuran ini mampu
mendinginkan kulit yang terbakar.
9. Pisang mengandung potasium, yaitu mineral vital yang
membantu menormalkan detak jantung, mengirim oksigen ke otak dan mengatur
keseimbangan kadar air dalam tubuh. Ketika mengalami stress, metabolisme tubuh
akan meningkat drastis sehingga mengurangi kadar potasium tubuh. Dengan pisang,
potasium dalam tubuh kadarnya akan seimbang.
10. Di beberapa negara, pisang dipandang sebagai makanan
pendingin yang dapat menurunkan temperatur fisik dan emosional ibu hamil. Di
Thailand contohnya, ibu hamil mengkonsumsi pisang untuk memastikan bayi lahir
dengan temperatur sejuk.
11. Di sebuah sekolah Inggris, 200 pelajar mampu
menyelesaikan ujian akhir hanya dengan sarapan pisang. Mereka juga kerap
mengkonsumsi pisang saat jam istirahat serta makan siang, sebab pisang mampu
meningkatkan kekuatan otak.
Bahkan, Peneliti dari AS menemukan,
lektin, senyawa kimia yang ditemukan dalam pisang mampu menghambat perkembangan
infeksi HIV di tubuh dengan cara memblok masuknya virus.
“lektin dapat mengikat pada gula yang ditemukan pada
beberapa tempat dari penyebaran HIV-1, dan sekiranya dapat bermutasi ganda pada
virus yang tidak jauh dari lektin,” ungkap Ketua Tim Peneliti, Michael Swanson
dari University of Michigan.




0 komentar:
Posting Komentar